Bagaimanakah keadaan tempat pendidikan awal kita sekarang??
Terinspirasi dari film Laskar Pelangi, aku jadi teringat dengan sekolah dasar ku, tempat pertama sekali aku mendapat ilmu,pendidikan,teman,pengalaman,dan banyak lagi. Masa-masa kecil selama 6 tahun yang aku habiskan disana. Banyak sekali cerita, atau kisah yang bisa kita kenang disana baik itu kisah bahagia, senang, maupun kisah yang sedih, menakutkan, bahkan kisah yang memalukan selalu ada-ada saja. 6 tahun bukan waktu yang singkat, banyak yang dikorbankan dari waktu materi,tenaga. Apalagi sekolah saya yang jaraknya jauh dari rumah kami, butuh waktu 1 jam lebih untuk sampe ke sekolah selain itu jalan menuju ke sekolah bukanlah jalan mulus,rata apalagi beraspal tetapi jalan berbukit yang bukitnya naik turun, harus melewati sungai yang jembatannya terbuat dari bambu, dan juga melewati persawahan, terkadang apabila musim hujan jalan akan menjadi licin dan becek di tambah lagi dengan sungai yang meluap bahkan pernah jembatannya hilang mungkin hanyut di bawa arus sungai kemudian harus melewati sawah yang berlumpur, dan terkadang juga berpapasan dengan binatang seperti ular, kadal, biawak yang sering kali membuat terkejut karena tiba-tiba lewat menyeberangi jalan tepat di hadapan saya.
Pernah seingat saya ketika musim hujan sebelum berangkat sekolah saya harus mencari akal supaya sepatu dan kaos kaki saya tidak basah bahkan berlumpur. Akhirnya saya punya ide yaitu kaki yang sudah memakai sepatu sekolah lengkap dengan kaos kaki di bungkus dengan plastik asoy hingga ke pergelangan kaki. Tapi walaupun sudah di bungkus plastik masih saja ada lumpur yang menempel di kaki atau di sepatu dan tak jarang bahkan sepatu dan kaos kaki basah. Setiap hari usai sekolah kami jadikan sebagai waktunya main-main sepanjang jalan, segala macam permainan,sepertinya waktu istirahat di sekolah tidak cukup untuk bermain jadi waktu pulang sekolah di jadikan sebagai waktu bermain. Sepanjang jalan ada tawa, ada ejekan sesama teman, ada candaan sesama teman bahkan tak jarang bisa hingga bertengkar yang akhirnya pihak yang kalah menangis bahkan bisa hingga luka ini biasanya bagi yang anak laki-lakinya kalau yang perempuannya paling sebatas menangis. Adalagi kisah yang lucu sekaligus malu jika diingat sekarang yaitu kisah yang seperti di serial kartun yang sekarang banyak di minati anak balita "Timmy Time" kisah dimana si Timmy dan si Singa yang berkompetisi mencari teman siapa yang berhasil mendapatkan teman yang paling banyak. Sampe akhirnya lupa pesan orangtua sepulang sekolah agar pulang cepat karena harus membantu orangtua ke ladang. Akibatnya sering dapat omelan dari orangtua dan sering kali dapat hukuman. Tapi namanya anak-anak ya! anak anak waktunya bermain sepuasnya tapi sayang di keluarga kami masa bermain semasa anak-anak itu sangat sedikit karena waktu yang tersisa sepulang sekolah harus dipergunakan sebaik mungkin untuk membantu orang tua.
Saya mengalami itu semua sampai saya kelas 3 sekolah dasar. Setelah itu kami sekeluarga pindah ke perkampungan yang lebih dekat lagi ke sekolah saya . Tidak perlu lagi melewati sungai dan sawah yang punya kenangan itu. Tapi tetap saja berangkat ke sekolah dengan jalan kaki tapi tidak selama bila dari kampung kami sebelumnya dari rumah yang baru ini ke sekolah jalan kaki sekita 45 menit.
Nantikan kisah selanjutnya.......
Terinspirasi dari film Laskar Pelangi, aku jadi teringat dengan sekolah dasar ku, tempat pertama sekali aku mendapat ilmu,pendidikan,teman,pengalaman,dan banyak lagi. Masa-masa kecil selama 6 tahun yang aku habiskan disana. Banyak sekali cerita, atau kisah yang bisa kita kenang disana baik itu kisah bahagia, senang, maupun kisah yang sedih, menakutkan, bahkan kisah yang memalukan selalu ada-ada saja. 6 tahun bukan waktu yang singkat, banyak yang dikorbankan dari waktu materi,tenaga. Apalagi sekolah saya yang jaraknya jauh dari rumah kami, butuh waktu 1 jam lebih untuk sampe ke sekolah selain itu jalan menuju ke sekolah bukanlah jalan mulus,rata apalagi beraspal tetapi jalan berbukit yang bukitnya naik turun, harus melewati sungai yang jembatannya terbuat dari bambu, dan juga melewati persawahan, terkadang apabila musim hujan jalan akan menjadi licin dan becek di tambah lagi dengan sungai yang meluap bahkan pernah jembatannya hilang mungkin hanyut di bawa arus sungai kemudian harus melewati sawah yang berlumpur, dan terkadang juga berpapasan dengan binatang seperti ular, kadal, biawak yang sering kali membuat terkejut karena tiba-tiba lewat menyeberangi jalan tepat di hadapan saya.
Pernah seingat saya ketika musim hujan sebelum berangkat sekolah saya harus mencari akal supaya sepatu dan kaos kaki saya tidak basah bahkan berlumpur. Akhirnya saya punya ide yaitu kaki yang sudah memakai sepatu sekolah lengkap dengan kaos kaki di bungkus dengan plastik asoy hingga ke pergelangan kaki. Tapi walaupun sudah di bungkus plastik masih saja ada lumpur yang menempel di kaki atau di sepatu dan tak jarang bahkan sepatu dan kaos kaki basah. Setiap hari usai sekolah kami jadikan sebagai waktunya main-main sepanjang jalan, segala macam permainan,sepertinya waktu istirahat di sekolah tidak cukup untuk bermain jadi waktu pulang sekolah di jadikan sebagai waktu bermain. Sepanjang jalan ada tawa, ada ejekan sesama teman, ada candaan sesama teman bahkan tak jarang bisa hingga bertengkar yang akhirnya pihak yang kalah menangis bahkan bisa hingga luka ini biasanya bagi yang anak laki-lakinya kalau yang perempuannya paling sebatas menangis. Adalagi kisah yang lucu sekaligus malu jika diingat sekarang yaitu kisah yang seperti di serial kartun yang sekarang banyak di minati anak balita "Timmy Time" kisah dimana si Timmy dan si Singa yang berkompetisi mencari teman siapa yang berhasil mendapatkan teman yang paling banyak. Sampe akhirnya lupa pesan orangtua sepulang sekolah agar pulang cepat karena harus membantu orangtua ke ladang. Akibatnya sering dapat omelan dari orangtua dan sering kali dapat hukuman. Tapi namanya anak-anak ya! anak anak waktunya bermain sepuasnya tapi sayang di keluarga kami masa bermain semasa anak-anak itu sangat sedikit karena waktu yang tersisa sepulang sekolah harus dipergunakan sebaik mungkin untuk membantu orang tua.
Saya mengalami itu semua sampai saya kelas 3 sekolah dasar. Setelah itu kami sekeluarga pindah ke perkampungan yang lebih dekat lagi ke sekolah saya . Tidak perlu lagi melewati sungai dan sawah yang punya kenangan itu. Tapi tetap saja berangkat ke sekolah dengan jalan kaki tapi tidak selama bila dari kampung kami sebelumnya dari rumah yang baru ini ke sekolah jalan kaki sekita 45 menit.
Nantikan kisah selanjutnya.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar