Rabu, 31 Juli 2013

Kisah Anak Bangsawan dan Anak Janda Miskin

Seorang anak bangsawanmengajak seorang anak janda miskin untuk berjudi. Malang nasib mereka, ketika mereka sedang berjudi , mereka tertangkap oleh petugas dan mereka dijebloskan ke dalam penjara. Di kota itu berlaku hukum seperti ini "Jika seseorang dapat membayar uang sejumlah Rp 500.000, maka orang yang di penjara itu dapat ditebus dan dibebaskan!"
Alangkah mudahnya bagi anak bangsawan untuk dibebaskan. Orangtuanya sangat kaya dan uang sejumlah Rp 500.000, bukanlah masalah besar. Uang di berikan dan anaknya pun di tebus dan dibebaskan dari penjara. Sementara itu, anak janda miskin itu harus mendekam dalam penjara dan tidak tahu kapan ia akan mendapat kebebasan.
Si janda miskin pun mendengar peristiwa itu dan ia menangis, ia berkata dengan air mata mengalirdi pipinya yang sudah keriput, "Anakku...anakku, mengapa engkau melakukan itu?" Tetapi, ibu ini sangat sayang pada anaknya. Ia ingin mengumpulkan uang sebanyak Rp 500.000, untuk dapat menebus dan membebaskan anaknya. Ia bekerja keras memecah batu di bawah terik matahari.
Suatu hari ia menjenguk anaknya di dalam penjara. Ketika ibu dan anak ini bertemu, anaknya melihat tangan ibunya dan berkata,"Ibu , mengapa tangan ibu bengkakdan berdarah?" Ibunya menjawab, Anakku, ketika Ibu mendengar apa yang terjadi atas dirimu, Ibu sangat sedih. Mengapa kamu berjudi? Akibatnya kamu harus menderita di penjara. Tetapi Ibu sangat mengasihimu, Ibu mau menebus dan membebaskanmu. Oleh karena itu, Ibu bekerja memecah batu di bawah terik matahari untuk mendapatkan uang tebusan itu." Ketika anaknya mendengar perkataan ibunya, ia menangis sedih dan berkata, " Ibu, maafkan saya Ibu, ampuni saya Ibu. Saya berjanji untuk tidak lagi melakukan hal tersebut."
Ibunya kembali bekerja memecah batu di bawah terik matahari. Semakin bengkak dan semakin berdarah tangannya. Akhirnya uang tebusan itu terkumpul, dan uang itu diberikan kepada kepala penjara. Anaknya kemudian dibebaskan.  Tiga hari kemudian anak janda miskin ini berjumpa kembali dengan anak bangsawan. Anak bangsawan ini mengajaknya untuk berjudi kembali. Tetapi anak janda miskin ini berkata,"Tidak!" Anak bangsawan ini bertanya, "Mengapa?" Anak janda miskin ini berkata,"Karena engkau ditebus dengan cara yang mudah, tetapi aku di tebus dengan kesakitan, luka, dan darah tangan ibuku...tidak, aku tidak mau, karena aku tahu bagaimana aku ditebus!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar